Sabtu, 07 Juli 2012

Sejak hari pertama aku bertekad

Menanam benih takwa dengan penuh hasrat
Dengan puasa sepenuh hati dan doa yang terpanjat
Memohon kepada Allah yang Maha Dekat

Bukan hal yang mudah untuk merawatnya

Tapi bukan pula hal yang mustahil
Karenanya Allah berikan kesempatan terbuka
Bagi siapa yang tidak jahil

Pohon takwa tumbuh di bulan suci
Akarnya menghujam ke dalam bumi
Dahannya sampai ke langit menaungi
Berbuah dan memberi sepanjang hari

Kau lihat bagaimana saat dihantam topan

Pohon takwa bergeming dan tetap bertahan
Tidak goyah meski diterpa puting beliung
Tetap tegak, kokoh dan tidak melengkung

Kau lihat saat datang mengguyurmu deras hujan

Kita berlindung dari di bawahnya dengan aman
Kau lihat mengusik kulitmu panas terik zhuhur menyengat
Kita berlindung di bawahnya hilangkan keringat

Bahkan di bawah pohon itu berdatangan kiriman
Angin semilir mengusap kulit betapa nyaman
Tak terasa pegal hilang ngantuk pun datang
Tertidur kita hingga Ashar menjelang

Kau lihat bagaimana saat datang setiap musim
Pohon berbuah seluruh waktu walau tak lazim
Kau lihat bagaimana burung dan kelelawar beterbangan datang
Menikmati buah ranum lezat yang matang

Orang bertakwa bagai pohon takwa itu
Imannya mendalam kokoh membentengi
Pribadinya lembut sopan mengayomi
Pribadi pemberdaya, pribadi sang pemberi

Kau lihat bagaimana saat dihantam cobaan
Ucapannya “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”
Sabar dan ikhtiar mencari jalan
Bertawakkal, istiqamah, dan terus memohon ampun

Kau lihat bagaimana akhlaknya yang sopan
Membuat kita tertegun karena sikap menawan
Tak kuasa kita mendatanginya berdekatan
Semangat terbangkitkan, hati plong dan terbahagiakan

Kau lihat bagaimana ia selalu memproduksi
Amal shalih yang selalu dibagi
Setiap waktu, sepanjang hari
Setiap peluang tanpa pernah henti

Memberi telah menjadi karakternya
Karena itulah yang membuatnya bahagia
Begitulah karakter orang bertakwa
Memberi untuk mendapat ridhaNya

Pohon takwaku tumbuhlah
Agar terhapus segala salah
Dan kumiliki kunci segala masalah
Serta rizki yang didamba tercurah
Dedhi Suharto MAk.,

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management
Farixsantips