Sejak hari pertama aku bertekad
Menanam benih takwa dengan penuh hasrat
Dengan puasa sepenuh hati dan doa yang terpanjat
Memohon kepada Allah yang Maha Dekat
Bukan hal yang mudah untuk merawatnya
Tapi bukan pula hal yang mustahil
Karenanya Allah berikan kesempatan terbuka
Bagi siapa yang tidak jahil
Pohon takwa tumbuh di bulan suci
Akarnya menghujam ke dalam bumi
Dahannya sampai ke langit menaungi
Berbuah dan memberi sepanjang hari
Kau lihat bagaimana saat dihantam topan
Pohon takwa bergeming dan tetap bertahan
Tidak goyah meski diterpa puting beliung
Tetap tegak, kokoh dan tidak melengkung
Kau lihat saat datang mengguyurmu deras hujan
Kita berlindung dari di bawahnya dengan aman
Kau lihat mengusik kulitmu panas terik zhuhur menyengat
Kita berlindung di bawahnya hilangkan keringat
Bahkan di bawah pohon itu berdatangan kiriman
Angin semilir mengusap kulit betapa nyaman
Tak terasa pegal hilang ngantuk pun datang
Tertidur kita hingga Ashar menjelang
Kau lihat bagaimana saat datang setiap musim
Pohon berbuah seluruh waktu walau tak lazim
Kau lihat bagaimana burung dan kelelawar beterbangan datang
Menikmati buah ranum lezat yang matang
Orang bertakwa bagai pohon takwa itu
Imannya mendalam kokoh membentengi
Pribadinya lembut sopan mengayomi
Pribadi pemberdaya, pribadi sang pemberi
Kau lihat bagaimana saat dihantam cobaan
Ucapannya “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”
Sabar dan ikhtiar mencari jalan
Bertawakkal, istiqamah, dan terus memohon ampun
Kau lihat bagaimana akhlaknya yang sopan
Membuat kita tertegun karena sikap menawan
Tak kuasa kita mendatanginya berdekatan
Semangat terbangkitkan, hati plong dan terbahagiakan
Kau lihat bagaimana ia selalu memproduksi
Amal shalih yang selalu dibagi
Setiap waktu, sepanjang hari
Setiap peluang tanpa pernah henti
Memberi telah menjadi karakternya
Karena itulah yang membuatnya bahagia
Begitulah karakter orang bertakwa
Memberi untuk mendapat ridhaNya
Pohon takwaku tumbuhlah
Agar terhapus segala salah
Dan kumiliki kunci segala masalah
Serta rizki yang didamba tercurah
Dedhi Suharto MAk.,





0 komentar:
Posting Komentar